Ini Dia Daftar Bank Terbesar Versi BI

01:29 Diposkan oleh whandie

JAKARTA, Bank Indonesia (BI) merilis daftar 10 bank terbesar di Indonesia berdasarkan nilai aset, kemarin (11/5). Berlandaskan data Maret lalu, ada beberapa bank yang mengalami pergeseran posisi.


PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), misalnya, nangkring di posisi kedua menggeser posisi PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Sebelumnya, BCA selalu menduduki peringkat kedua. Namun pada akhir Maret 2009, aset BRI melonjak melebihi BCA.

Pertukaran posisi juga menimpa PT Bank Permata Tbk dan Citibank. Adapun Standart Chartered harus tersingkir dari daftar dan memberi jalan bagi Bank Internasional Indonesia (BII) masuk lagi, setelah tergusur bulan lalu.

Direktur Utama PT BRI Tbk Sofyan Basir mengatakan, naik turun aset merupakan hal biasa bagi bank. Ia mencontohkan, setiap awal tahun aset BRI turun karena ada penarikan Dana Pihak Ketiga. Tetapi di bulan Maret dana-dana itu kembali masuk.

Kepala Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, daftar BI itu bisa menjadi indikator agresivitas bank dalam menarik dana pihak ketiga dan menyalurkan kredit. " Dari daftar itu tampak saat ini BRI yang paling agresif," katanya. (Dyah Megasari, Arthur Gideon/Kontan/kompas)

Daftar Bank berdasarkan aset pada Maret 2009 (dalam triliun rupiah)
Nama Bank Total aset
1. PT Bank Mandiri Tbk 328,01
2. PT BRI Tbk 250,54
3. PT BCA Tbk 247,61
4. PT BNI Tbk 198,92
5. PT Bank Danamon Tbk 102,98
6. PT Bank CIMB Niaga Tbk 74,48
7. PT Pan Indonesia Bank Tbk 68,14
8. Citibank NA 55,49
9. PT Bank Permata Tbk 54,37
10 PT BII Tbk 53,09

Sebelum Dibunuh Elin Sempat ML

09:25 Diposkan oleh whandie

BOGOR, Tak sampai 24 jam, aparat Kepolisian Sektor Citeureup berhasil menangkap Mumuh (16) dan Yadi (17), yang diduga kuat sebagai pembunuh Elin Tamaya (16). Kedua tersangka ditangkap di rumah mereka di Kampung Sikateng, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (12/5) sore.

Kepala Polsek Citeureup Ajun Komisaris Yani Pahyuniati, Selasa malam, menyatakan, kedua tersangka saat ini masih diperiksa. Keduanya mengaku membekap dan mencekik korban, setelah sama-sama menelan obat-obat keras berbahaya. Sebelum itu mereka sempat melakukan hubungan badan dengan korban.

Menurut Yuni, kedua tersangka pada Minggu malam sempat membawa korban ke rumah mereka di Kampung Sikateng. Kemudian mereka membawa korban ke rumah kosong di Perumahan Bukit Pelangi di Desa Jayanti, Kecamatan Babakan Madang, Bogor. "Kami sekarang bersiap-siap untuk meneliti TKP (tempat kejadian perkara) pembunuhannya di rumah kosong itu," katanya.

Jasad Elin Tamaya, siswa kelas II SMP, ditemukan warga di kebun singkong di pingir jalan Kampung Pasir Angin RT 4/RW 2, Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa pagi sekitar pukul 05.00 tadi. Saat ditemukan, korban berpakaian lengkap dan mulutnya mengeluarkan busa.

"Awalnya kami menduga remaja ini korban kelalaian orang lain sehingga dia tewas atau sesuai pasal 359 KUHP. Setelah mendapat laporan hasil autopsi jasat korban dari Bagian Forensik RS PMI Bogor, remaja ini korban pembunuhan atau sesuai pasal 338 KUHP," ungkap Yuni, usai mengurus administrasi autopsi jasat korban di Bagian Forensik RS PMI Bogor.

Berdasarkan hasil autopsi, pada jasad remaja warga Kampung Pasir Angin RT 03 RW 07 itu ditemukan tanda-tanda mati lemas akibat mulut dan hidung dibekap. Ada juga luka memar pada bibir dan leher serta luka terbuka pada jari-jari kaki kiri korban akibat kekerasan benda tumpul.

Tidak ada laporan tanda-tanda kekerasan seksual, walaupun ditemukan cairan sperma baru pada vagina korban. Sewaktu ditemukan, korban berbusana lengkap. "Hanya saja, sandal atau sepatu korban tidak ada. Telepon seluler korban tidak ada. Yang ada hanya tali untuk menggantung telepon seluler," tutur Yuni.

Ia menambahkan, korban diduga tewas delapan jam sebelum jasatnya ditemukan. "Lokasi pembunuhannya bukan di situ," katanya. Seorang saksi, Iyan (Ketua RT setempat) kepada penyidik mengatakan, sempat melihat korban dijemput seorang laki-laki bermotor pada Minggu sekitar pukul 15.30.

Biasa tidak pulang
Lukman alias Pungut (40), ayah korban, menuturkan, Elin adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Minggu sore lalu, ketua RT dan beberapa orang yang sedang kerja bakti melihat Elin mondar-mandir di jalan sambil bertelepon. Setelah itu datang seorang laki-laki bermotor menjemputnya.

"Minggu sore Elin memang pamit ke ibunya, mau pergi ke rumah Atika, teman SMP-nya di Kampung Sikateng, Desa Tajur, Citeureup. Pamit juga ke kakaknya, Lisna (17), karena Elin pinjam sepatu sandalnya," ungkapnya. Elin, lanjut Pungut, memang biasa main dan menginap di rumah Atika. Begitu juga sebaliknya, Atika kerap bermain dan menginap di rumah Elin. Sebab itu, ketika Elin tidak pulang sampai Senin malamnya, orangtua Elin tidak terlalu khawatir.

Tadi pagi istri Pungut mendapat kabar ada penemuan mayat di kebun singkong pinggir jalan. Katanya, wajahnya mirip dengan Elin. Setelah dilihat, ternyata benar dia adalah Elin. (Kompas)

9 Kalimat yang Ditakuti Pria

09:23 Diposkan oleh whandie

Ada beberapa ucapan yang tidak pernah ingin didengar pria dari pasangannya. Salah satu kalimat atau ucapan itu adalah, "Kita pergi ke mal, yuk!" Soalnya, itu berarti dia harus menghabiskan waktu dengan menunggu pasangan yang sedang sibuk mencoba gaun di kamar ganti pakaian! Kalimat atau sikap apa lagi yang ditakuti kaum pria?

1. "Saya sudah memikirkannya..."
Bila seorang wanita benar-benar mengatakan dia sudah memikirkannya, berarti permasalahannya serius. Dan kaum pria dapat menebak, apa yang akan dibicarakan si wanita biasanya menyangkut masalah perkawinan, atau yang paling pahit, si wanita minta putus hubungan. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti, "Kenapa kamu menyintai saya?" dan "Pernahkah kamu memikirkan tentang masa depan kita?" Nah, kalau sudah begitu, kaum pria harus pandai-pandai mengalihkan pembicaraan kekasihnya.

2. "Bisa, enggak, bersikap lebih jantan?"
Tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan kejantanan seorang pria disinggung atau dipermasalahkan. Umumnya kaum pria bakal mengallihkan perhatian dan mengatakan, "Bagaimana kalau kamu yang bersikap lebih feminin dan berhenti mengomel?"

3. "Orang tuaku mau ketemu kamu."
Hal ini dapat berarti:
*Hubungan mengarah pada tingkatan yang serius.
*Secara psikologis, si pria sedang jadi pusat perhatian keluarga kekasihnya.

4. "Maaf, saya sedang sakit kepala."
Artinya, malam ini tidak ada acara berhubungan intim. Bila Si Dia melihat Anda tidak berbohong dan memang sedang lelah pada saat gairah suami sedang tinggi, mungkin ada baiknya jika ia memberikan saja obat pusing dan mendoakan agar Anda cepat sembuh.

5. "Kok, enggak kayak pacar saya yang dulu, ya?"
Pada umumnya pria tak pernah membicarakan mengenai mantan di depan pacar barunya, kecuali jika "dipaksa" bercerita. Jadi, pria merasa tidak siap bila Anda menyebutkan mantan Anda di depannya. Soalnya, itu berarti ia sedang dibanding-bandingkan dengan pria lain.

6. "Kamu sedang mikirin apa, sih?"
Wanita memang selalu ingin tahu. Mereka ingin tahu apa yang dipikirkan dan dirasakan kaum pria. Mereka sering berprasangka yang tidak-tidak. Di sisi lain, para pria tidak mau membahasnya dan lebih memilih diam.

7. "Menurut kamu, dia cantik, ya?"
Anda memergoki Si Dia sedang memperhatikan seorang wanita seksi, cantik, dan menarik. Bila ia menjawab, "Enggak, biasa-biasa saja." Ting tong! Anda tahu ia berbohong, dan hasilnya pasti akan saling berbantahan. Sebaiknya pria menjawab dengan diplomatis, misalnya, "Kamu lihat, tidak, betisnya mulus sekali, ya."

8. "Menurut kamu, ada sesuatu yang berbeda pada diri saya?"
Pria tahu, bakal dapat masalah besar bila menjawab tak tahu. Semakin lama Si Dia memberi jawaban, Anda akan semakin frustrasi. Hal ini justru makin membuat pasangan Anda bingung dan akhirnya karena tak ingin membuat suasana jadi tak enak, ia menjawab asal saja, "Oh, kamu baru potong rambut, ya?" Yang terjadi, Anda makin kesal karena Anda bukan baru memotong rambut, melainkan memakai sepasang anting baru!

9. "Saya perlu bicara."
Setiap orang tahu, kok, kata-kata ini biasanya diikuti oleh kalimat yang kurang menyenangkan. Tiga kata ini merupakan pertanda adanya masalah dalam sebuah hubungan. Pertanda akan putusnya suatu hubungan atau paling tidak diskusi yang panjang mengenai bagaimana Si Dia tidak dapat memenuhi kebutuhan Anda. Atau sebaliknya, sangat tidak menyenangkan. (Kompas)